<a href="https://teknologiz.com/ai/”>TeknoLogiz AI – Setelah hampir setahun mogok kerja, para aktor pengisi suara dan motion capture game video akhirnya mencapai kesepakatan baru dengan studio game. Perjanjian ini, yang diumumkan serikat pekerja SAG-AFTRA dalam siaran pers, menitikberatkan pada perlindungan terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI).
"AI menjadi pusat dari proposal kami," ungkap Sarah Elmaleh, aktor pengisi suara game dan anggota komite negosiasi, kepada TeknoLogiz. Elmaleh, yang suaranya dikenal dalam game populer seperti Final Fantasy XV dan Call of Duty: Black Ops III, menekankan pentingnya menetapkan standar etis dalam penggunaan AI di industri game.

Perlindungan baru ini mencakup persyaratan persetujuan dan pengungkapan untuk penggunaan replika digital AI, serta hak bagi para pemain untuk mencabut persetujuan pembuatan materi baru selama mogok kerja. "Kesepakatan ini mencapai kemajuan penting dalam perlindungan AI," kata Presiden SAG-AFTRA, Fran Drescher, dalam pernyataan serikat tersebut. "Kemajuan adalah tujuan utamanya."
Perjanjian, yang berlaku efektif segera, disetujui oleh anggota SAG-AFTRA dengan suara 95,04 persen mendukung dan 4,96 persen menolak. Kesepakatan ini melibatkan studio game besar seperti Activision Productions, Blindlight, Disney Character Voices, Electronic Arts Productions, Formosa Interactive, Insomniac Games, Llama Productions, Take 2 Productions, dan WB Games.
Audrey Cooling, juru bicara studio game, menyatakan kepuasan atas ratifikasi Perjanjian Media Interaktif baru ini. Perjanjian tersebut, menurutnya, memberikan kenaikan upah historis, perlindungan AI terdepan di industri, dan peningkatan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan bagi para pemain.
Selain perlindungan AI, kesepakatan ini juga meningkatkan langkah-langkah keselamatan bagi para aktor motion capture, termasuk menyediakan petugas medis selama pekerjaan berisiko tinggi. Kenaikan gaji pun signifikan, mencapai 15,17 persen setelah ratifikasi, ditambah kenaikan 3 persen tambahan pada November 2025, 2026, dan 2027.
Mogok kerja sebelumnya dipicu oleh kegagalan negosiasi kontrak yang berfokus pada perlindungan terkait AI. Peristiwa ini menambah daftar aksi kerja sama di Hollywood setelah mogok kerja penulis dan aktor pada tahun 2023. Mogok kerja ini juga mendorong dukungan terhadap RUU NO FAKES Act, yang bertujuan untuk melindungi para pekerja dari risiko AI. RUU tersebut telah mendapatkan dukungan dari SAG-AFTRA, Motion Picture Association, The Recording Academy, dan Disney.





