TeknoLogiz AI – CEO Amazon, Andy Jassy, mengisyaratkan rencana untuk menyisipkan iklan di sela-sela percakapan pengguna dengan Alexa+. Asisten suara berbasis kecerdasan buatan (AI) ini, yang diperkenalkan pada Februari lalu, menawarkan berbagai kemampuan baru. Saat ini, Alexa+ baru tersedia di AS dan diklaim telah digunakan oleh jutaan pengguna. Jassy berambisi untuk menempatkan iklan di antara percakapan tersebut, menandai langkah pertama bagi perusahaan.
Pernyataan Jassy disampaikan saat laporan pendapatan kuartal kedua Amazon. Ia menyoroti pencapaian perusahaan, termasuk peningkatan kecerdasan Alexa dalam memproses dan menangani tugas. Kemampuan agentic-nya juga turut disinggung.

Jassy mengklaim jutaan pengguna di AS telah memiliki akses ke Alexa+, dan sisanya akan menyusul dalam beberapa bulan mendatang. Ekspansi internasional direncanakan akhir tahun ini. Ia juga menambahkan bahwa Alexa+ digunakan lebih luas dan lebih sering dibandingkan versi sebelumnya.
"Seiring waktu, akan ada peluang saat orang terlibat dalam percakapan multi-giliran untuk memasukkan iklan, membantu penemuan, dan sebagai tuas untuk mendorong pendapatan," ujar Jassy.
Selain iklan, Jassy juga melihat potensi elemen berlangganan untuk asisten suara ini di masa depan, meski belum dalam waktu dekat. Saat ini, Alexa+ gratis untuk anggota Prime, sementara non-anggota dikenakan biaya $9,99 per bulan.
Alexa+ mampu menjawab pertanyaan, mengontrol perangkat pintar, dan berinteraksi dalam percakapan. Ia juga dapat mencari dan memutar musik dari berbagai platform streaming, melacak penjualan tiket, serta menjalankan fungsi agentic seperti memesan bahan makanan dan membuat reservasi.





