TeknoLogiz – Dewan Pendidikan Distrik Sekolah Terpadu Los Angeles (LAUSD) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Alberto Carvalho dari jabatannya sebagai superintendent. Keputusan ini muncul hanya dua hari setelah agen Biro Investigasi Federal (FBI) menggerebek kantor pusat distrik dan kediaman pribadi Carvalho, memicu gelombang kejutan di salah satu sistem sekolah terbesar di Amerika Serikat. Andres Chait, seorang pejabat senior distrik, ditunjuk sebagai superintendent sementara.
Setelah serangkaian rapat tertutup selama berjam-jam pada Kamis dan Jumat, dewan secara bulat memutuskan untuk menonaktifkan Carvalho dengan gaji penuh. Scott M Schmerelson, Presiden Dewan Sekolah, menyatakan bahwa tindakan ini bertujuan untuk memenuhi janji kepada siswa dan keluarga dalam menyediakan pendidikan publik yang unggul tanpa gangguan. Ia juga memuji Andres Chait sebagai pemimpin dan pendidik yang sangat dihormati, yang diharapkan dapat melanjutkan kemajuan yang telah dicapai oleh para pendidik dan siswa dalam beberapa tahun terakhir. Dewan tidak dapat membahas secara rinci alasan di balik penggerebekan tersebut.

Penggerebekan FBI pada Rabu lalu menyasar tiga lokasi: kantor distrik, kediaman Carvalho di area Los Angeles, dan sebuah lokasi lain di dekat Miami, Florida, tempat Carvalho sebelumnya memimpin sekolah selama lebih dari satu dekade. Juru bicara kantor jaksa AS di Los Angeles membenarkan adanya penggeledahan berdasarkan surat perintah yang sah dan disegel oleh pengadilan, namun menolak memberikan komentar lebih lanjut.
Sejumlah media mengindikasikan bahwa penyelidikan ini terkait erat dengan perusahaan teknologi pendidikan yang kini telah bangkrut, AllHere. Perusahaan tersebut diketahui menciptakan sebuah chatbot untuk distrik sebagai bagian dari kontrak jutaan dolar yang dimulai pada 2024. Carvalho sendiri merupakan pendukung kuat chatbot ini, bahkan menghadiri acara bersama pendiri perusahaan, dan menyebutnya sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya dalam pendidikan publik Amerika." Distrik dilaporkan telah membayar perusahaan sekitar 3 juta dolar AS. Namun, hanya beberapa bulan kemudian, hubungan antara kedua belah pihak putus dan AllHere kolaps, seperti yang dilaporkan oleh Los Angeles Times. Perusahaan itu dinyatakan bangkrut, dan pendirinya, Joanna Smith-Griffin, menghadapi tuduhan penipuan. Di tengah kekacauan ini, Carvalho bersikeras bahwa ia tidak terlibat secara pribadi dalam perekrutan perusahaan dan berjanji akan membentuk satuan tugas untuk menyelidiki masalah tersebut.
Rumah di Florida yang digeledah sebagai bagian dari investigasi dilaporkan milik Debra Kerr, yang pernah bekerja dengan AllHere. Miami Herald melaporkan bahwa Kerr memiliki hubungan dengan Carvalho, dan laporan menyebutkan bahwa putranya adalah karyawan AllHere yang mempresentasikan teknologi tersebut kepada LAUSD.
Penggerebekan pada Rabu lalu menciptakan kegaduhan besar di seluruh distrik, terutama mengingat dewan baru saja memilih untuk mempertahankan Carvalho sebagai superintendent selama empat tahun lagi. Perkembangan ini juga memicu kekhawatiran bahwa Carvalho mungkin menjadi target karena sikapnya terhadap operasi imigrasi. Superintendent tersebut sebelumnya mengkritik aktivitas penegakan hukum di dekat sekolah, dan distrik telah berjanji untuk melindungi siswa dan keluarga yang menghadiri acara kelulusan dari penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).





