TeknoLogiz AI – CEO Perplexity, Aravind Srinivas, baru-baru ini menyatakan keyakinannya bahwa browser Comet, yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI), berpotensi untuk menangani tugas-tugas perekrutan secara mandiri di masa depan. Pernyataan ini muncul dalam sebuah wawancara, di mana Srinivas menyoroti kemampuan Comet untuk mengotomatiskan pekerjaan seorang perekrut dalam satu minggu hanya dengan satu perintah.
Saat ini, Comet masih dalam versi beta dan tersedia eksklusif untuk pelanggan Perplexity Max. Browser ini kompatibel dengan sistem operasi Windows dan macOS. Srinivas menjelaskan bahwa Comet dibangun di atas Chromium karena performa mesin, keamanan, dan enkripsinya yang mumpuni.

Dalam percakapan dengan The Verge, Srinivas mengakui bahwa Comet mungkin kesulitan dengan tugas-tugas kompleks yang membutuhkan waktu lebih dari 15 menit. Contohnya, membuat daftar insinyur dengan kriteria spesifik dan memindahkan data ke Google Sheets mungkin belum bisa dilakukan dengan satu perintah. Namun, ia optimis bahwa dengan perkembangan model penalaran yang berkelanjutan, Comet akan mampu melakukan tugas-tugas tersebut dalam waktu kurang dari setahun.
Srinivas juga menyinggung model pendapatan Comet. Ia mengisyaratkan bahwa jika agen AI dalam browser menjadi lebih andal, Perplexity mungkin akan beralih ke model bayar per penggunaan. Pengguna mungkin akan dikenakan biaya sekitar $20 untuk setiap tugas, alih-alih berlangganan bulanan seharga $200.





