Ditolak Pentagon AI Ini Malah Jadi Raja

Govind

TeknoLogiz – Sebuah kisah ironis tengah mengguncang jagat teknologi kecerdasan buatan. Model AI Claude yang dikembangkan Anthropic, alih-alih meredup setelah dilarang Pentagon, justru melejit tak terduga. Bahkan, aplikasi ini berhasil menggusur dominasi ChatGPT dari puncak tangga aplikasi gratis terpopuler di Amerika Serikat.

Kontroversi ini bermula ketika Dario Amodei, CEO Anthropic, bersikukuh pada prinsip etika ketat. Ia menolak keras penggunaan teknologi AI perusahaannya untuk pengawasan massal dan sistem senjata otonom. Amodei berargumen bahwa model AI saat ini belum cukup andal untuk aplikasi semacam itu, dan pengawasan massal melanggar hak konstitusional. Sikap tegas ini membuat Pete Hegseth, Sekretaris Pertahanan AS, menuding Anthropic sebagai risiko rantai pasokan.

Ditolak Pentagon AI Ini Malah Jadi Raja
Gambar Istimewa : i.guim.co.uk

Namun, larangan dari lembaga pertahanan AS itu justru memicu efek bumerang yang tak terduga. Hanya sehari setelah Pentagon memilih OpenAI untuk jaringan militer rahasia, Claude sukses menduduki peringkat teratas aplikasi gratis di App Store AS pada Sabtu lalu, menyingkirkan ChatGPT. Di Inggris, aplikasi ini juga meroket di tangga iPhone, meski belum berhasil melampaui ChatGPT. Fenomena serupa terjadi di tangga aplikasi Android di AS dan Inggris, meskipun ChatGPT masih memimpin secara keseluruhan menurut data dari Sensor Tower.

Peningkatan permintaan yang luar biasa ini bahkan sempat menyebabkan gangguan layanan pada awal pekan, dengan lebih dari 1.400 pengguna melaporkan masalah. Anthropic mengakui adanya "permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menyatakan bahwa setiap hari sepanjang minggu lalu menjadi rekor baru untuk pendaftaran pengguna Claude.

Setelah negosiasi dengan Anthropic menemui jalan buntu, pemerintahan AS, melalui Donald Trump, menuduh Anthropic melakukan "KESALAHAN BENCANA" karena mencoba "memaksa" Pentagon mematuhi Ketentuan Layanannya alih-alih Konstitusi. Tak lama kemudian, Pentagon mengalihkan kemitraan ke OpenAI. Sam Altman, CEO OpenAI, mengumumkan kesepakatan bahwa teknologi perusahaannya tidak akan digunakan untuk sistem pembunuhan otonom atau pengawasan massal. Namun, klaim ini disambut skeptis oleh banyak pakar AI, pengacara, pekerja teknologi, dan pengguna. Mereka mempertanyakan mengapa pemerintah AS meninggalkan Anthropic hanya untuk menjalin kesepakatan dengan OpenAI yang menawarkan perlindungan serupa.

Gelombang keraguan ini mendorong banyak pengguna, termasuk penyanyi pop Katy Perry, untuk beralih ke Anthropic dan menyerukan pembatalan langganan ChatGPT di media sosial. Anthropic sendiri telah mencatat awal tahun yang cemerlang, dengan peningkatan pengguna aktif gratis lebih dari 60% dan pendaftaran harian yang melonjak empat kali lipat. Pelanggan berbayar Claude juga meningkat lebih dari dua kali lipat.

Kemudahan migrasi menjadi salah satu daya tarik utama Claude. Fitur memori yang tersedia di semua paket berbayar memungkinkan pengguna untuk melanjutkan percakapan dari penyedia AI lain hanya dengan sekali salin-tempel. "Claude dapat mengimpor apa pun yang penting, sehingga percakapan pertama Anda terasa seperti yang keseratus," jelas perusahaan di situs webnya, bahkan menyediakan panduan langkah demi langkah untuk beralih.

Also Read

Tags