TeknoLogiz News – Gelombang perang harga mobil listrik asal Tiongkok kini menerpa Wuling. Para pemilik Wuling BinguoEV melayangkan protes keras melalui petisi online terkait penurunan harga jual yang dinilai sangat drastis dalam waktu singkat.
Kabar diskon besar-besaran untuk Wuling Air ev dan BinguoEV memang sempat beredar, bahkan mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini memicu reaksi beragam, terutama dari para pemilik awal kendaraan listrik tersebut.

Petisi yang diinisiasi oleh Zyovanni Satya Negara di Change.org berjudul "Kami dirugikan! Harga Wuling BinguoEV turun Rp 180 juta dalam 7 bulan!" telah ditandatangani oleh ratusan pemilik BinguoEV.
Dalam petisi tersebut, dijelaskan kronologi penurunan harga ekstrem BinguoEV yang dianggap merugikan konsumen awal. Penurunan harga yang mencapai Rp 180 juta atau 43% dalam 7 bulan dinilai bukan sebagai depresiasi wajar, melainkan keputusan bisnis sepihak yang merugikan.
Para pemilik BinguoEV menuntut adanya transparansi dan keberpihakan Wuling terhadap konsumen awal. Mereka merasa penurunan harga ini bukan disebabkan oleh faktor pasar atau pemakaian, melainkan strategi Wuling yang dinilai tidak adil.





