Harga Mobil di Indonesia Terus Meroket, Kok Bisa?

Nicken Tari

Harga Mobil di Indonesia Terus Meroket, Kok Bisa?

TeknoLogiz News – Pasar otomotif Indonesia tengah mengalami anomali. Di satu sisi, perang harga antar pabrikan menjadi strategi untuk mendongkrak penjualan di tengah pasar yang lesu. Namun, di sisi lain, harga mobil justru terus merangkak naik setiap tahunnya, membuat impian memiliki kendaraan pribadi semakin sulit dijangkau bagi sebagian masyarakat.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar. Mengapa harga mobil di Indonesia terus meningkat, sementara daya beli masyarakat tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan? Pengamat Otomotif dari ITB, Yannes M Pasaribu, menyoroti ketidakseimbangan ini dalam diskusi di GIIAS 2025. Ia mempertanyakan apakah kenaikan gaji masyarakat sebanding dengan kenaikan harga mobil yang mencapai sekitar 7 persen per tahun.

Harga Mobil di Indonesia Terus Meroket, Kok Bisa?
Gambar Istimewa : cdn2.uzone.id

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, juga menyoroti mahalnya harga mobil di Indonesia. Ia mencontohkan Avanza yang diproduksi di Indonesia, namun justru dijual lebih murah di Malaysia. Perbedaan ini disebabkan oleh tingginya pajak kendaraan di Indonesia, yang mencapai sekitar Rp5 juta per tahun, sementara di Malaysia hanya sekitar Rp1 juta.

Di tengah kondisi ini, pameran GIIAS 2025 justru diramaikan dengan perang harga. Kukuh menjelaskan bahwa perang harga merupakan konsekuensi dari proses panjang yang melibatkan teknologi dan riset. Kemajuan teknologi memungkinkan efisiensi dalam struktur kendaraan, sehingga harga dapat ditekan.

Namun, kebijakan yang mempermudah masuknya mobil Completely Built Up (CBU) dengan harga kompetitif juga menjadi tantangan bagi Agen Pemegang Merek (APM) yang telah berinvestasi besar dan berkontribusi pada ekonomi Indonesia. Hal ini menciptakan persaingan yang semakin ketat dan kompleks di pasar otomotif Indonesia.

Also Read