TeknoLogiz – Pengguna sistem operasi Windows 11 tampaknya tengah dirundung kekecewaan mendalam terkait fitur menu Start yang baru saja diperbarui. Microsoft, sang raksasa teknologi, kini justru berupaya keras memahami akar masalah yang membuat para penggunanya gerah.
Belakangan ini, Microsoft memperkenalkan fitur kategori otomatis pada menu Start. Namun, alih-alih mempermudah, fitur ini justru menuai protes keras. Pengguna mengeluhkan ketidakmampuan mereka untuk mengedit, mengganti nama, atau menyusun ulang kategori tersebut. Hal ini berbanding terbalik dengan kebebasan yang dulu dinikmati pengguna untuk mengatur menu Start sesuai keinginan.

Kekecewaan ini membanjiri forum umpan balik resmi Microsoft. Banyak pengguna yang membagikan pengalaman buruk mereka. Sebut saja aplikasi seperti Hulu, Teams, Settings, WhatsApp, dan Visual Studio 2026 yang secara membingungkan dikategorikan sebagai ‘Lainnya’. Bahkan, Visual Studio 2022 harus rela bertengger di halaman ketiga kategori yang sama. Sementara itu, Visual Studio Installer justru masuk dalam kategori ‘Produktivitas’ bersama File Explorer, Edge, Firefox, Discord, dan Windows System Security.
Kejanggalan lain terlihat pada OpenRCT2, sebuah game open-source, yang malah ditempatkan di kategori ‘Alat Pengembang’. Mayoritas aplikasi yang diinstal justru berakhir di kategori ‘Lainnya’, padahal jelas-jelas seharusnya masuk dalam kategori yang lebih spesifik.
Menanggapi gelombang keluhan ini, Microsoft akhirnya buka suara. Melalui pernyataan resminya, perusahaan meminta pengguna untuk memberikan masukan yang lebih detail. "Jika Anda memiliki contoh aplikasi spesifik yang terinstal dan menurut Anda tidak berada dalam kategori yang tepat, mohon sampaikan kepada kami dengan mengajukan umpan balik yang menyebutkan aplikasi tersebut," ujar perwakilan Microsoft.
Sistem pengorganisasian otomatis memang sangat bergantung pada akurasi. Terlebih lagi ketika pengguna tidak diberi keleluasaan untuk melakukan koreksi. Diharapkan Microsoft dapat segera memperbaiki algoritma pengenalan jenis aplikasi ini di masa mendatang. Jika tidak, bukan tidak mungkin pengguna akan kembali beralih menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengatasi masalah menu Start yang kaku ini.





