TeknoLogiz – Met Office, lembaga prakiraan cuaca nasional Inggris, siap memanfaatkan kegemaran warganya membicarakan cuaca dengan meluncurkan inovasi terbaru: prakiraan cuaca dua minggu. Langkah ini menandai perubahan signifikan dari layanan yang selama ini hanya menyediakan ramalan tujuh hari, membawa akurasi dan detail lebih jauh ke masa depan.
Selama ini, layanan prakiraan cuaca yang didanai pemerintah tersebut hanya menyediakan ramalan tujuh hari, dengan rincian per jam untuk lima hari pertama dan per tiga jam untuk dua hari terakhir melalui situs web dan aplikasinya. Namun, dalam beberapa bulan ke depan, Met Office akan memperluas cakupan prakiraan curah hujan, kecepatan angin, dan suhu hingga dua minggu penuh.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Met Office mengumumkan bahwa prakiraan 14 hari akan segera tersedia di platform mereka. Inovasi ini didasari oleh riset terbaru yang menyoroti potensi pendekatan berbasis probabilitas. Metode ini dianggap sangat menguntungkan, terutama untuk prakiraan jangka panjang, karena dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat terkait kondisi cuaca. Met Office kini tengah menjajaki bagaimana pendekatan ini dapat diimplementasikan untuk menyediakan ramalan 14 hari.
Meskipun banyak aplikasi dan situs web cuaca lain telah menawarkan prakiraan dua minggu atau lebih, Met Office sebelumnya menahan diri karena tantangan terkait akurasi. Namun, penelitian baru yang dipimpin oleh Ken Mylne, seorang ilmuwan senior Met Office, telah mengubah pandangan tersebut.
"Sebagian besar diskusi sebelumnya tentang penyampaian probabilitas dalam prakiraan cuaca dimulai dengan asumsi bahwa hal itu sulit dipahami masyarakat dan dapat merusak kepercayaan mereka," jelas Mylne. "Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa asumsi tersebut salah. Masyarakat dapat memahami prakiraan probabilitas dan bahkan mungkin merasa lebih berguna untuk membuat keputusan berbasis cuaca."
Pengembangan ini juga sejalan dengan tren global dalam prakiraan cuaca. Oktober lalu, BBC kembali menjalin kerja sama dengan Met Office untuk pembaruan cuaca dan iklim, delapan tahun setelah kemitraan mereka berakhir. Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi pendorong utama dalam pengembangan model prakiraan canggih, yang bertujuan untuk menghasilkan perkiraan cuaca lebih cepat dan lebih jauh ke masa depan.
Awal pekan ini, perusahaan teknologi Nvidia mengumumkan model prakiraan cuaca Earth-2 miliknya, yang diklaim akan membuat prakiraan lebih cepat dan akurat. Sementara itu, akhir tahun lalu, Google DeepMind menyatakan program cuaca AI mereka mampu mengungguli prakiraan ENS dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts hingga 20%. Inovasi Met Office ini menunjukkan komitmen Inggris untuk tetap berada di garis depan ilmu pengetahuan cuaca demi keselamatan dan kesejahteraan publik.





