TeknoLogiz News – Microsoft menghadapi gugatan hukum terkait keputusannya mengakhiri dukungan untuk Windows 10. Perusahaan raksasa teknologi ini dituduh memonopoli pasar kecerdasan buatan (AI) dengan memaksa pengguna untuk beralih ke Windows 11.
Seorang penggugat bernama Lawrence Klein, yang memiliki dua laptop berbasis Windows 10 yang tidak kompatibel dengan Windows 11, berpendapat bahwa perangkatnya akan menjadi usang setelah tanggal penghentian dukungan. Ia menuduh Microsoft memonopoli pasar AI generatif dengan mendorong konsumen membeli PC Windows 11 baru yang dilengkapi dengan NPU (Neural Processing Unit).

Klein menyatakan bahwa jutaan pengguna kemungkinan tidak akan membeli perangkat baru atau membayar untuk dukungan tambahan. Hal ini akan meningkatkan risiko serangan siber dan insiden keamanan data, terutama bagi bisnis yang menyimpan data sensitif konsumen.
Gugatan tersebut menuntut Microsoft untuk terus memberikan dukungan gratis untuk Windows 10 hingga pangsa pasar sistem operasi tersebut turun di bawah 10%. Saat ini, Windows 10 masih menguasai sekitar 43% pangsa pasar, sehingga Klein berpendapat bahwa terlalu banyak pengguna yang akan dirugikan jika Microsoft menghentikan dukungan tanpa memberikan solusi yang memadai.
Jika gugatan ini tidak berhasil, pengguna Windows 10 harus menggunakan Windows Backup, menukarkan 1.000 Microsoft Points, atau membayar $30 untuk mendapatkan pembaruan keamanan selama satu tahun tambahan.





