TeknoLogiz – Isu kebangkrutan menghantui OnePlus! Kabar mengejutkan ini beredar luas, menyebutkan bahwa perusahaan induk Oppo, berencana menutup merek ponsel tersebut. Benarkah demikian?
Kabar ini pertama kali mencuat dari laporan Android Headlines, yang mengklaim bahwa penutupan OnePlus telah dilaporkan oleh karyawan di tiga benua. Mereka juga mengutip data dari empat firma analis independen yang memverifikasi informasi tersebut.

Menurut Android Headlines, beberapa indikasi kuat mengarah pada kebangkrutan OnePlus:
- Penurunan pengiriman ponsel secara drastis.
- Penutupan kantor pusat tanpa pengumuman resmi.
- Penghentian kemitraan.
- Pemangkasan tim di wilayah barat.
- Pembatalan produk, termasuk Open 2 dan OnePlus 15s.
- Sentralisasi pengambilan keputusan di Tiongkok.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pengiriman OnePlus turun lebih dari 20% pada tahun 2024, dari sekitar 17 juta unit menjadi antara 13 dan 14 juta unit. Sementara itu, Oppo justru mengalami peningkatan sebesar 2,8%.
Pasar India dan Tiongkok, yang menyumbang 74% dari pengiriman OnePlus, juga mengalami penurunan. Di India, 4.500 toko ritel berhenti menjual perangkat OnePlus karena margin keuntungan yang tipis. Di Tiongkok, pangsa pasar OnePlus turun dari 2% menjadi 1,6%.
Berikut adalah tabel perbandingan data pengiriman OnePlus dan Oppo:
| Perusahaan | Pengiriman 2023 (Unit) | Pengiriman 2024 (Unit) | Perubahan |
|---|---|---|---|
| OnePlus | 17 Juta | 13-14 Juta | -20% |
| Oppo | – | – | +2.8% |
Meskipun demikian, Android Headlines menekankan bahwa pemilik ponsel OnePlus akan tetap menerima pembaruan keamanan dan garansi seperti yang dijanjikan Oppo.
TeknoLogiz – Pihak OnePlus sendiri membantah kabar ini. Dalam pernyataan kepada teknologiz.com, mereka menegaskan bahwa "OnePlus Amerika Utara terus beroperasi, dengan jaminan penuh dukungan purna jual, pembaruan perangkat lunak, dan komitmen hak-hak pengguna." Namun, belum jelas apakah ini berarti mereka akan terus merilis perangkat baru.
CEO OnePlus India, Robin Liu, juga membantah klaim tersebut melalui media sosial, menyebutnya sebagai "tidak terverifikasi" dan "palsu." Ia menegaskan bahwa operasi di India berjalan seperti biasa.
TeknoLogiz – Dengan informasi yang simpang siur ini, masa depan OnePlus masih belum pasti. Apakah perusahaan ini akan benar-benar bangkrut, atau mampu bangkit kembali? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.





