TeknoLogiz – Keputusan mengejutkan Block perusahaan teknologi finansial milik Jack Dorsey untuk memangkas hampir separuh karyawannya memicu gelombang spekulasi. Dorsey sang CEO mengklaim kecerdasan buatan atau AI sebagai pendorong utama di balik pemutusan hubungan kerja PHK terhadap 40 persen pegawainya. Namun sejumlah analis dan pengamat pasar melihat ada faktor-faktor lain yang lebih mendesak turut berperan dalam langkah drastis ini seperti pasar kripto yang lesu kelebihan staf dan anjloknya harga saham.
Pekan lalu Block mengumumkan akan memberhentikan sekitar 4.000 dari total 10.000 karyawannya. Dalam surat kepada para pemegang saham Dorsey menegaskan bahwa kemajuan AI telah mengubah cara sebuah perusahaan dibangun dan dijalankan. Ia menambahkan bahwa tim yang lebih kecil dengan memanfaatkan alat yang sedang mereka kembangkan dapat bekerja lebih banyak dan lebih baik. Kemampuan alat intelijen ini disebutnya berkembang pesat setiap minggunya. Dorsey juga bersikeras bahwa bisnis Block tetap kuat dan PHK ini bukan merupakan langkah penghematan.

Meskipun AI memang menunjukkan potensi besar untuk mengoptimalkan operasional pertanyaan muncul apakah teknologi ini benar-benar mampu mengambil alih 40 persen fungsi bisnis secara instan. Di balik narasi canggih tentang AI sejumlah bayangan lain turut menghantui langkah drastis Block. Selama hampir satu dekade Dorsey dan Block telah menaruh fokus besar pada dunia kripto bahkan melakukan rebranding dari Square menjadi Block pada tahun 2021 untuk merefleksikan blockchain. Kala itu Dorsey mengarahkan bisnis ke arah blockchain dan Bitcoin serta aplikasi Cash App yang sukses. Pada tahun 2024 perusahaan ini bahkan mengumumkan akan menginvestasikan 10 persen dari laba kotor produk Bitcoin mereka ke Bitcoin itu sendiri.
Perusahaan yang bisnisnya sangat bergantung pada mata uang kripto mungkin memiliki alasan lain selain keajaiban AI untuk merampingkan stafnya. Berdasarkan laporan keuangan publik Block kepemilikan Bitcoin mereka diperkirakan mencapai sekitar 8.500 BTC. Sejak awal tahun Bitcoin telah kehilangan hampir seperempat nilainya dan pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan kinerja yang kurang menggembirakan. Sebelum pengumuman Dorsey saham Block juga telah merosot sekitar 35 persen dari puncaknya pada Oktober.
Kombinasi musim dingin kripto dan harga saham yang lemah memberikan alasan yang lebih nyata dan kurang futuristik untuk PHK besar-besaran yang dilakukan Dorsey. Dengan pengumuman PHK radikal tersebut ia memang mencapai hasil instan harga saham Block melonjak 20 persen sebuah pertumbuhan yang berhasil dipertahankan dalam beberapa hari berikutnya.
Respons pasar terhadap pengumuman PHK di sektor teknologi dalam beberapa bulan terakhir memang tidak dapat diprediksi. Amazon misalnya sebelum dua panggilan pendapatan kuartalan pada Oktober 2025 dan Januari 2026 mengumumkan PHK masing-masing 14.000 dan 16.000 karyawan. Setelah panggilan tahun 2025 harga saham raksasa e-commerce itu naik tajam. Namun setelah pengumuman Januari 2026 harga sahamnya justru anjlok karena biaya Amazon melonjak drastis akibat pengeluaran untuk pusat data sebuah masalah yang tidak dialami Block.
Salesforce juga memangkas 4.000 pekerja dukungan pelanggan tahun lalu. CEO Marc Benioff menyatakan ia membutuhkan lebih sedikit kepala berkat AI. Beberapa bulan sebelumnya ia menyebut AI menangani sekitar 30-50 persen pekerjaan di Salesforce. Namun perusahaan ini justru melihat harga sahamnya terus menurun karena investor memandang sektor perangkat lunak termasuk Block sangat rentan terhadap disrupsi. Analisis Goldman Sachs pada November 2025 menemukan bahwa perusahaan yang mengumumkan PHK cenderung berkinerja buruk di pasar. Bisnis yang secara spesifik merujuk pada restrukturisasi seringkali sebagai respons terhadap otomatisasi dan kemajuan teknologi bahkan tertinggal lebih jauh.
Isu kelebihan staf juga menjadi sorotan. Seorang mantan pimpinan bisnis di Block menulis postingan blog panjang tentang tim yang terlalu gemuk di luar tim perangkat keras Bitcoin dan era kelebihan karyawan perusahaan yang dimulai pada tahun 2020 dipicu oleh suku bunga yang nyaris nol di AS. Dorsey sendiri pernah memiliki riwayat kelebihan staf di perusahaan sebelumnya. Meskipun ia berargumen di X bahwa masalah kelebihan karyawan Block telah diselesaikan pada tahun 2024 dan PHK baru-baru ini tidak terkait dengannya.
Bagaimana Block akan berfungsi setelah pemangkasan staf yang begitu dalam akan memberikan wawasan tentang kemampuan AI tanpa kehadiran karyawan manusia. Para bos di seluruh AS kini menaikkan ekspektasi produktivitas mereka berdasarkan janji AI. Tekanan ini terutama tinggi pada insinyur perangkat lunak yang pekerjaannya sebagian dapat dilakukan oleh model pengkodean AI. Para pendiri startup bekerja keras karena takut pesaing mereka mencapai lebih banyak. Namun sejauh ini AI tampaknya lebih banyak menambah pekerjaan daripada mengotomatisasi bagi sebagian besar pekerja. Sebuah studi Harvard terhadap perusahaan teknologi beranggotakan 200 orang yang diterbitkan bulan lalu menemukan bahwa alat AI tidak mengurangi pekerjaan melainkan secara konsisten mengintensifkannya. Karyawan Block yang tersisa kini mungkin akan menghadapi situasi serupa.





