Skandal Foto Gedung Putih Bikin Geger Publik

Govind

TeknoLogiz – Sebuah skandal manipulasi gambar mengguncang Gedung Putih setelah terungkap bahwa mereka mengunggah foto penangkapan seorang wanita yang telah diubah secara digital. Analisis mendalam menunjukkan perubahan signifikan pada ekspresi wajah dan warna kulit, memicu perdebatan sengit tentang etika media pemerintah dan penyebaran informasi.

Insiden ini berpusat pada Nekima Levy Armstrong, salah satu dari tiga individu yang ditangkap menyusul demonstrasi yang mengganggu ibadah gereja di St. Paul, Minnesota. Demonstrasi tersebut menyoroti dugaan peran seorang pendeta sebagai direktur lapangan kantor Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) St. Paul. Penangkapan ini pertama kali diumumkan oleh Jaksa Agung AS, Pam Bondi, pada Kamis pagi.

Skandal Foto Gedung Putih Bikin Geger Publik
Gambar Istimewa : i.guim.co.uk

Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, pertama kali membagikan foto penangkapan Armstrong pada Kamis pagi, kurang dari satu jam setelah pengumuman Bondi. Dalam gambar tersebut, Armstrong terlihat tenang dan terkendali, meskipun diborgol dan dikawal oleh petugas penegak hukum yang wajahnya disamarkan. Ia mengenakan pakaian serba hitam dan tampak tidak menunjukkan emosi yang berlebihan.

Namun, hanya berselang sekitar tiga puluh menit, akun resmi Gedung Putih mengunggah foto lain dari penangkapan Armstrong. Kali ini, ekspresi Armstrong berubah drastis, menampilkan dirinya seolah-olah sedang menangis tersedu-sedu. Bahkan, analisis menunjukkan bahwa warna kulitnya tampak lebih gelap dibandingkan foto yang diunggah Noem. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, turut membagikan ulang gambar yang telah dimanipulasi ini.

Analisis yang dilakukan oleh The Guardian mengungkapkan kejanggalan ini. Dengan menumpuk kedua gambar, terbukti bahwa posisi petugas penegak hukum dan latar belakang di kedua foto identik. Ini mengonfirmasi bahwa kedua gambar berasal dari momen yang sama, namun foto yang diunggah Gedung Putih telah dimanipulasi secara digital untuk mengubah ekspresi Armstrong menjadi dramatis dan menambahkan kesan kesedihan yang mendalam.

Ketika dimintai klarifikasi mengenai dugaan manipulasi ini, Gedung Putih menanggapi melalui unggahan X dari Kaelan Dorr, Wakil Direktur Komunikasi mereka. Dorr menyatakan, "Sekali lagi kepada orang-orang yang merasa perlu secara refleks membela pelaku kejahatan keji di negara kita, saya sampaikan pesan ini: Penegakan hukum akan terus berlanjut. Meme akan terus berlanjut. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini." Pernyataan ini terkesan mengabaikan pertanyaan tentang keaslian gambar dan justru fokus pada pembelaan penegakan hukum serta penggunaan "meme" sebagai alat komunikasi.

Insiden ini bukan kali pertama akun X Gedung Putih menjadi sorotan terkait penggunaan gambar. Laporan dari Poynter pada Oktober lalu menyebutkan bahwa akun tersebut, yang memiliki sekitar 3,5 juta pengikut, telah menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam setidaknya 14 unggahan sejak awal masa jabatan kedua Trump. Hal ini menambah kekhawatiran tentang potensi penyebaran informasi yang tidak akurat atau manipulatif melalui platform resmi pemerintah, menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi dan akuntabilitas dalam komunikasi publik.

Also Read

Tags