TeknoLogiz – Dunia kecerdasan buatan kembali dihebohkan dengan kabar pendanaan raksasa. Anthropic, perusahaan rintisan AI asal Amerika Serikat yang dikenal dengan chatbot Claude, baru saja mengumumkan keberhasilan putaran pendanaan senilai 30 miliar dolar AS atau setara 22 miliar poundsterling. Suntikan modal fantastis ini secara signifikan melipatgandakan nilai valuasi perusahaan hingga mencapai 380 miliar dolar AS.
Pencapaian ini menandai lonjakan luar biasa dari valuasi sebelumnya yang tercatat sebesar 183 miliar dolar AS pada September lalu. Peningkatan teknologi yang berkelanjutan sejak saat itu menjadi pemicu utama minat investor yang semakin besar. Pendanaan masif ini hadir di tengah gejolak pasar saham, di mana beberapa sektor industri yang rentan terhadap disrupsi AI seperti perangkat lunak, logistik, manajemen kekayaan, dan properti komersial mulai merasakan tekanan.

Putaran pendanaan kali ini dipimpin oleh GIC, dana kekayaan negara Singapura, dan Coatue Management, sebuah dana lindung nilai terkemuka. Ini menjadi salah satu kesepakatan penggalangan dana swasta terbesar yang pernah tercatat. Choo Yong Cheen, Chief Investment Officer ekuitas swasta di GIC, menyatakan keyakinannya, "Anthropic adalah pemimpin kategori yang jelas dalam AI tingkat perusahaan."
Anthropic juga melaporkan bahwa pendapatan tahunan yang diproyeksikan telah mencapai 14 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari sepuluh kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Salah satu pendorong utama pertumbuhan terkini adalah Claude Code, alat pengkodean bertenaga AI milik perusahaan yang telah tersedia secara umum sejak Mei 2025.
Di sisi lain, pesaing utama Anthropic, OpenAI yang didukung oleh Microsoft dan SoftBank, dilaporkan sedang mengumpulkan putaran pendanaan yang jauh lebih besar, diperkirakan mencapai 100 miliar dolar AS, yang akan menempatkan nilai valuasi pengembang ChatGPT itu di angka sekitar 830 miliar dolar AS.
Jumlah dana yang fantastis ini mencerminkan tingkat pengeluaran kas yang juga mencengangkan. Kedua perusahaan AI raksasa ini menghabiskan banyak uang untuk menutupi biaya komputasi yang sangat besar dan menarik talenta peneliti terbaik. Anthropic sendiri memproyeksikan untuk mengurangi tingkat pembakaran kasnya menjadi sekitar sepertiga dari pendapatan pada tahun 2026, dan hanya 9% pada tahun 2027, dengan target impas pada tahun 2028. Target ini dua tahun lebih cepat dari proyeksi pesaingnya. Kedua perusahaan secara luas diperkirakan akan melantai di bursa melalui penawaran umum perdana (IPO) pada paruh kedua tahun 2026.
Namun, peningkatan valuasi yang sangat cepat untuk startup AI terkemuka seperti Anthropic dan OpenAI, yang nilainya jauh melampaui banyak perusahaan terbesar yang terdaftar di AS, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan beberapa pengamat. James Anderson, seorang investor teknologi terkemuka asal Inggris, tahun lalu mengungkapkan bahwa lonjakan tajam dalam valuasi perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic "menggelisahkan".
Beberapa perusahaan terdaftar yang berada di garis depan industri AI juga mengalami tekanan pasar saham dalam beberapa hari terakhir. Saham Alphabet, perusahaan induk Google, telah anjlok 4,2% sejauh minggu ini, menunjukkan bahwa beberapa investor masih cemas dengan rencana pengeluaran besar terkait AI yang mereka sampaikan bulan ini. Meta juga mengalami penurunan 1,7% selama minggu ini. Sementara itu, saham Nvidia, produsen chip terkemuka dan penyedia infrastruktur AI utama, turun 1,6% pada Kamis di tengah aksi jual yang lebih luas, namun tetap stabil sepanjang minggu.
Russ Mould, direktur investasi di platform investasi AJ Bell, mengomentari situasi ini, "Sesi yang suram di Wall Street pada hari Kamis membuat investor dalam suasana hati yang buruk di akhir pekan perdagangan." Ia menambahkan, "Asosiasi dengan AI telah berubah dari pesta menjadi bahaya karena investor menilai kembali apa arti teknologi ini bagi perusahaan. Beberapa khawatir tentang tingkat pengeluaran yang berlebihan dan yang lain takut AI akan mengganggu banyak industri. Semua ini menambah kekhawatiran dan itu buruk bagi sentimen pasar secara lebih luas."
Didirikan pada tahun 2021 oleh kakak beradik Dario dan Daniela Amodei, keduanya mantan eksekutif di OpenAI, Anthropic telah memposisikan dirinya sebagai alternatif yang berfokus pada keamanan dalam persaingan AI. Putaran pendanaan ini juga datang tak lama setelah iklan televisi pertama Anthropic ditayangkan selama Super Bowl LX. Kampanye tersebut menekankan bahwa produk mereka tetap bebas iklan, sebuah sindiran terselubung terhadap OpenAI yang telah mulai memperkenalkan iklan di versi gratis ChatGPT.
Anthropic sebelumnya telah didukung oleh investor besar seperti Amazon, yang telah menginvestasikan 8 miliar dolar AS dan berfungsi sebagai mitra komputasi utama melalui pusat datanya, serta Google, yang menginvestasikan 2 miliar dolar AS pada tahun 2023.





