<a href="https://teknologiz.com/ai/”>TeknoLogiz AI – Google memperluas jangkauan model pembuatan video terbarunya, Veo 3, ke dalam antarmuka pemrograman aplikasi (API) Gemini. Langkah ini memungkinkan para pengembang untuk mengintegrasikan kemampuan Veo 3 ke dalam aplikasi mereka dan menciptakan aplikasi baru yang inovatif.
Raksasa teknologi yang berbasis di Mountain View ini mengumumkan bahwa Veo 3 kini dapat diakses oleh pengembang melalui Gemini API, yang tersedia melalui Google AI Studio. Platform ini juga menawarkan Veo 3 sebagai template Software Development Kit (SDK) dan aplikasi Starter interaktif. Akses ke API ini hanya tersedia bagi pengembang dengan langganan berbayar atau kunci API yang valid.

Terkait harga, model AI Veo 3 dibanderol $0,75 (sekitar Rp 12.000) per detik untuk output video dan audio. Ini berarti, membuat video berdurasi delapan detik akan menelan biaya $6 (sekitar Rp 96.000), sementara video berdurasi satu menit akan memerlukan biaya $45 (sekitar Rp 720.000). Harga ini lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, Veo 2, yang dihargai $0,5 (sekitar Rp 8.000).
Google juga berencana merilis Veo 3 Fast, versi yang lebih cepat dan lebih murah dari model AI ini, ke Gemini API. Namun, belum ada informasi mengenai kapan versi ini akan tersedia. Dengan Veo 3, pengembang dapat menghasilkan video hingga resolusi 720p dan 24fps dalam format 16:9. Video-video ini juga akan memiliki audio yang dihasilkan secara native.
Google menekankan bahwa mereka akan terus menyertakan watermark digital SynthID dengan setiap video yang dihasilkan oleh AI untuk memastikan bahwa video tersebut tidak digunakan untuk menyebarkan misinformasi atau membuat deepfake.
Veo 3 pertama kali diperkenalkan pada bulan Mei di Google I/O 2025. Model AI ini kemudian diluncurkan ke pelanggan Google AI Pro (sebelumnya Gemini Advanced) dan Google AI Ultra. Kemampuan ini tidak tersedia bagi mereka yang menggunakan tingkatan gratis Gemini.





