<a href="https://teknologiz.com/ai/”>TeknoLogiz AI – WeTransfer mengklarifikasi bahwa mereka tidak akan menggunakan file yang diunggah pengguna untuk melatih model kecerdasan buatan (AI). Klarifikasi ini muncul setelah gelombang kritik atas perubahan ketentuan layanan mereka.
Awal bulan ini, layanan transfer file tersebut memperbarui ketentuan layanannya, yang memungkinkan WeTransfer menggunakan AI untuk meningkatkan moderasi konten dan "mereproduksi, mendistribusikan, memodifikasi" file pengguna. Ketentuan ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna, terutama para profesional kreatif.

Menanggapi reaksi keras, WeTransfer merevisi kembali ketentuannya, menghapus referensi terkait penggunaan machine learning. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak mengklaim hak kepemilikan atas konten pengguna. Hak cipta dan semua hak kekayaan intelektual tetap menjadi milik pembuat konten.
Perubahan yang dipermasalahkan terdapat pada bagian 6.3 dari ketentuan layanan, yang memberikan WeTransfer lisensi luas untuk menggunakan konten pengguna. Bagian ini telah dimodifikasi, menghilangkan izin untuk mengkomersialkan konten dan melatih model machine learning. Selain itu, bagian yang memungkinkan perusahaan memodifikasi atau menggunakan kembali konten pengguna tanpa kompensasi juga dihapus.
WeTransfer menekankan bahwa penanganan konten di platform tetap tidak berubah, bahkan setelah ketentuan layanan baru berlaku. Perusahaan menjelaskan bahwa penyebutan machine learning sebelumnya dimaksudkan untuk "kemungkinan penggunaan AI untuk meningkatkan moderasi konten," tetapi fitur tersebut belum ada saat ini.
Kasus WeTransfer ini menyoroti bagaimana platform online dapat dengan cepat mengakses data pengguna melalui perubahan ketentuan layanan. Sebelumnya, perusahaan seperti Dropbox dan Adobe juga harus memberikan klarifikasi terkait akses ke konten pengguna setelah mendapat sorotan publik.





