TeknoLogiz AI – CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengumumkan visi perusahaan tentang superintelligence dalam pidato publiknya, Rabu lalu. Sejak pembentukan Superintelligence Labs, Zuckerberg menekankan fokus Meta adalah membangun superintelligence personal yang memberikan kekuatan di tangan individu, bukan teknologi terpusat untuk otomatisasi pekerjaan.
Zuckerberg meyakini, saat superintelligence tercapai, kacamata pintar akan menggantikan smartphone dan laptop sebagai perangkat komputasi utama. Dalam surat terbuka di situs Meta, ia menyatakan bahwa "Pengembangan superintelligence sudah di depan mata," dan pertanyaan pentingnya adalah arah teknologi ini. Superintelligence di sini merujuk pada Artificial General Intelligence (AGI) yang melampaui kecerdasan manusia di berbagai bidang.

Zuckerberg menyebut superintelligence sebagai "era baru pemberdayaan personal," dan optimis akan kemampuannya mempercepat kemajuan serta memberikan kontrol lebih besar kepada manusia untuk memperbaiki dunia. Meta hanya fokus pada pengembangan superintelligence personal yang membantu individu dalam tugas sehari-hari.
Ia menyindir perusahaan lain seperti Google, OpenAI, Anthropic, dan xAI yang berfokus pada superintelligence untuk kepentingan umat manusia secara keseluruhan. Pendekatan Meta bukanlah mengotomatiskan semua pekerjaan berharga, "dan kemudian umat manusia hidup dari belas kasihan hasilnya."
Zuckerberg juga menyoroti perangkat yang akan bertahan di era superintelligence. Ia mengklaim kacamata pintar akan menggantikan smartphone karena "memahami konteks kita, melihat apa yang kita lihat, mendengar apa yang kita dengar, dan berinteraksi dengan kita sepanjang hari," sehingga pengguna bisa mengurangi waktu yang dihabiskan untuk perangkat produktivitas.
Surat Zuckerberg ini dipublikasikan beberapa jam sebelum Meta merilis laporan pendapatan kuartal kedua tahun 2025. Raksasa teknologi ini mencatat pertumbuhan positif, termasuk peningkatan 6% pada pengguna aktif harian, kenaikan tayangan iklan sebesar 11% YoY, dan kenaikan harga rata-rata per iklan sebesar 9% YoY.





