Perang Dingin AI Memanas Siapa Juara Sejati

Govind

TeknoLogiz – Arena kecerdasan buatan kembali memanas dengan persaingan sengit antara dua raksasa teknologi OpenAI dan Anthropic. Bukan soal fitur atau kecepatan melainkan perdebatan krusial mengenai kehadiran iklan dalam produk AI mereka. Pertarungan ini bukan sekadar adu strategi bisnis melainkan juga pertaruhan masa depan interaksi kita dengan asisten digital.

Menjelang perhelatan akbar Super Bowl Anthropic melancarkan kampanye iklan yang sangat agresif secara terang-terangan menyindir pesaing utamanya. Dalam salah satu iklannya seorang pria muda yang mendambakan perut six-pack justru disarankan oleh chatbot untuk memakai sol sepatu peninggi badan dengan dalih "kepercayaan diri tak hanya dibangun di pusat kebugaran". Iklan lain menampilkan pria yang ingin memperbaiki komunikasi dengan ibunya namun malah diresepkan "situs kencan dewasa yang menghubungkan anak muda sensitif dengan wanita paruh baya bersemangat". Keempat iklan tersebut diakhiri dengan pesan tegas "Iklan akan datang ke AI. Tapi tidak untuk Claude." Meskipun tidak menyebut ChatGPT secara eksplisit sindiran tersebut sangat jelas tertuju pada OpenAI.

Perang Dingin AI Memanas Siapa Juara Sejati
Gambar Istimewa : i.guim.co.uk

Sam Altman CEO OpenAI menanggapi kampanye ini dengan tawa namun juga menyebutnya "sangat tidak jujur". Melalui platform X Altman menjelaskan bahwa prinsip utama OpenAI untuk iklan adalah tidak akan pernah menjalankan iklan dengan cara yang digambarkan Anthropic. "Kami tidak bodoh dan kami tahu pengguna kami akan menolak itu" tegasnya. Altman menekankan bahwa keputusan OpenAI untuk menyertakan iklan yang diumumkan bulan lalu bertujuan untuk membuat produk lebih mudah diakses. "Kami percaya setiap orang berhak menggunakan AI dan berkomitmen pada akses gratis" tulisnya.

Altman juga tidak ragu melontarkan kritik balik. "Anthropic menyajikan produk mahal untuk orang kaya. Kami senang mereka melakukannya dan kami juga melakukannya tetapi kami juga sangat merasa perlu membawa AI kepada miliaran orang yang tidak mampu membayar langganan" ujarnya. Perlu dicatat Claude juga memiliki versi langganan gratis.

Kebijakan iklan ChatGPT belum sepenuhnya aktif namun OpenAI menegaskan di situs webnya bahwa iklan akan "terpisah dan diberi label jelas" serta tidak akan memengaruhi jawaban yang dilihat pengguna. Perusahaan juga berjanji tidak akan membagikan percakapan ChatGPT dengan pengiklan dan memprioritaskan kepercayaan pengguna dengan opsi mematikan personalisasi atau memilih paket berbayar tanpa iklan. Awalnya iklan akan muncul di bagian bawah jawaban "ketika ada produk atau layanan sponsor yang relevan berdasarkan percakapan Anda saat ini".

Menariknya Altman tidak selalu setuju dengan model bisnis berbasis iklan untuk ChatGPT. Pada Oktober 2024 ia bahkan menyebut ide tersebut sebagai "jalan terakhir". Namun dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan investasi besar OpenAI dalam infrastruktur AI pertumbuhan pelanggan baru perusahaan justru melambat.

Kritik Anthropic terhadap OpenAI tidak muncul begitu saja. Anthropic didirikan oleh mantan peneliti OpenAI yang hengkang karena kekhawatiran tentang arah perusahaan terkait keamanan AI. Dalam unggahan blog pada 4 Februari Anthropic menyatakan Claude akan tetap bebas iklan karena sebaliknya akan menghalangi chatbot menjadi "asisten yang benar-benar membantu untuk bekerja dan berpikir mendalam". Perusahaan menyamakan percakapan terbuka dengan asisten AI yang seringkali sangat personal atau kompleks dengan percakapan bersama penasihat tepercaya. "Kemunculan iklan dalam konteks ini akan terasa tidak sesuai dan dalam banyak kasus tidak pantas" tulis perusahaan.

Meskipun OpenAI menyatakan tidak akan membagikan data pengguna langsung kepada pengiklan iklan bertarget secara lebih luas telah dikritik karena mengeksploitasi kerentanan pengguna. Dalam kasus ini kekhawatiran tersebut dapat meluas ke pengguna yang mengajukan pertanyaan tentang kesehatan mental dan fisik mereka kepada ChatGPT mirip dengan masalah yang ditunjukkan dalam iklan Anthropic. Namun ada juga kemungkinan iklan bertarget dapat membantu mengendalikan atribut AI yang paling toksik. Perusahaan besar yang berinvestasi mungkin akan menarik diri sebagai respons terhadap konten yang penuh kebencian atau tidak pantas. Banyak situs web dan aplikasi dari Google hingga Instagram sudah memiliki iklan sehingga mungkin bukan penyesuaian besar bagi pengguna.

Belum jelas apakah upaya Altman untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan dengan iklan akan mendorong pengguna beralih ke pesaing bebas iklan. Namun Anthropic tampaknya sangat yakin akan hal itu.

Also Read

Tags